BRMP Sayuran dan DKPP Kota Bandung Gelar Rapat Koordinasi Swasembada Pangan Berkelanjutan ...
Bandung, 26 Juni 2026 – Balai Perakitan dan Pengujian Tanaman Sayuran (BRMP Sayuran) berkolaborasi dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bandung menggelar Rapat Koordinasi Kegiatan Swasembada Pangan Berkelanjutan. Kegiatan ini diikuti oleh Tim Pendampingan Swasembada Pangan Berkelanjutan BRMP Sayuran, para penyuluh pertanian, dan Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) Kota Bandung sebagai forum untuk mengevaluasi capaian Luas Tambah Tanam (LTT) bulan Juni 2026 sekaligus menyusun strategi pencapaian target LTT pada Juli 2026 serta melakukan koordinasi untuk memitigasi adanya fenomena El Nino Godzilla.
Rapat dibuka oleh Kepala DKPP Kota Bandung, Ir. Gin Gin Ginanjar, M.Eng. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa keterbatasan lahan pertanian dan berkurangnya ketersediaan air menjadi tantangan dalam peningkatan Luas Tambah Tanam di Kota Bandung. Menurutnya, upaya peningkatan produksi pangan tidak hanya merupakan bagian dari pelaksanaan program pemerintah, tetapi juga menjadi langkah nyata untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat Kota Bandung.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Kota Bandung mencatat produktivitas padi tertinggi di Jawa Barat periode Januari-Juni pada tahun 2026, yakni sebesar 85,87 kuintal per hektare. Sementara itu, Luas Tambah Tanam (LTT) Kota Bandung pada Bulan Januari s.d. 25 Juni tahun 2026 tercatat mencapai 683,35 hektare. Data tersebut menjadi salah satu dasar evaluasi dalam rapat koordinasi untuk menyusun langkah-langkah peningkatan capaian LTT.
Diskusi yang berlangsung dalam dua sesi membahas perkembangan kegiatan, berbagai kendala yang dihadapi di lapangan, tindak lanjut penyelesaiannya, Mitigas kekeringan, evaluasi capaian LTT bulan Juni, serta potensi pencapaian target pada Juli 2026. Para peserta tampak antusias menyampaikan berbagai pengalaman dan kendala di wilayah binaan masing-masing untuk memperoleh solusi dan strategi yang lebih efektif. Salah satu permasalahan utama yang menjadi perhatian bersama adalah sistem irigasi yang belum optimal akibat berkurangnya ketersediaan air di Kota Bandung. Oleh karena itu, perbaikan dan optimalisasi jaringan irigasi menjadi salah satu langkah strategis yang perlu segera dilakukan guna mendukung peningkatan Luas Tambah Tanam.
Melalui rapat koordinasi ini, BRMP Sayuran bersama DKPP Kota Bandung berharap sinergi seluruh pemangku kepentingan semakin kuat dalam mengatasi berbagai tantangan di lapangan serta mengoptimalkan capaian Luas Tambah Tanam sebagai bagian dari upaya mewujudkan swasembada pangan berkelanjutan di Kota Bandung.